Tips & Teknik Fotografi

Teknik Fotografi – Mengoperasikan kamera memang rumit. Dengan banyak fitur dan teknik fotografi, seorang fotografer pemula biasanya akan merasa bingung, kewalahan, dan akhirnya menyerah.

Jika kamu merasa kesulitan menguasai fotografi, jangan putus asa dulu, Toppers! Sebab, fotografi memang bukan hal yang mudah untuk dikuasai. Butuh banyak waktu, latihan, dan jam terbang untuk menjadi fotografer profesional.

Tapi, kamu tidak perlu khawatir, selain ada opsi untuk mengikuti kursus fotografi, kamu juga bisa mempelajari tips fotografi yang akan mempermudah kamu menguasai fotografi.

Tips dan Teknik Fotografi Dasar

Di artikel ini, kamu akan menemukan tips seputar teknis dan prosedur mengutilisasi kamera, mulai dari cara memegang kamera, mengenal exposure, mengendalikan mode kamera dan masih banyak lagi.

Kamu bisa mencobanya satu per satu dan belajar secara otodidak. Yuk, kita simak ulasan selengkapnya dan pahami perlahan-lahan macam-macam teknik fotografi di bawah ini.

1. Pegang Kamera dengan Benar

Foto oleh Andre Furtado: https://www.pexels.com/id-id/foto/fotografi-fokus-selektif-wanita-yang-memegang-kamera-dslr-1264210/

Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah cara kamu memegang kamera, Toppers. Cara memegang kamera yang tepat adalah posisi yang mampu meminimalkan guncangan kamera sehingga terhindar dari hasil foto yang buram.

Saat kamera memotret, rana atau shutter naik dan sensor terisi cahaya. Jika kamu bergerak ketika rana terbuka, cahaya atau lampu akan mengotori sensor dan menghasilkan foto yang buram. 

Cara meminimalkan hal ini terjadi adalah dengan mendekatkan lengan ke tubuhmu agar stabil. Hal ini dapat mengurangi guncangan dan mendapatkan hasil yang setajam mungkin.

Tentunya, kamu dapat menggunakan bantuan tripod apabila kamu ingin mengambil pemotretan long-exposure.

2. Perhatikan Komposisi

Komposisi adalah fitur hadiah untuk kamera. Sayangnya, banyak amatir tidak memperhatikan komposisi, sehingga hanya dapat mengambil hasil yang baik secara kebetulan saja.

Tetapi, begitu kamu benar-benar memahami komposisi, kamu akan mendapatkan bidikan foto yang memuaskan.

Cara untuk menggunakan komposisi sebenarnya sangat mudah. Dengan membagi layar kameramu menjadi tiga menggunakan dua garis vertikal dan dua garis horizontal dan menempatkan elemen-elemen menarik di salah satu dari empat persimpangan.

Penggunaan garis-garis tersebut atau yang disebut juga dengan rule of third akan sangat membantu dalam teknik fotografi landscape.

3. Ganti Perspektif

Mengambil foto dari ketinggian sudah biasa dan membosankan. Sebab, hampir setiap orang melihat lingkungan dan sekitarnya dengan sudut pandang ini.

Nah, dengan adanya perspektif yang bervariasi, hasil fotomu pasti tidak membosankan, Toppers. Cobalah untuk bereksperimen dari tiga perspektif berikut. Pertama, adalah dengan mengubah ketinggianmu.

Contohnya, kamu dapat mengambil gambar dari atas, atau lebih dekat ke tanah. Kedua, dengan mengubah sudut, seperti lurus ke atas atau miring dari samping agar memberikan dimensi yang berbeda daripada biasanya.

Dan yang terakhir dengan mengubah jarak, lebih dekat atau lebih jauh. Dengan menggunakan ketiga metode perspektif ini, kamu akan terkejut dengan hasil yang lebih intens dan tajam. 

4. Kontrol Eksposur

Jika kamu masih pemula, kamu harus belajar mengenal salah satu kunci mendapatkan gambar yang maksimal, yaitu dengan eksposur.

Eksposur akan memberikan kamu kontrol terhadap kameramu dengan adanya apertureshutter speed, dan ISO.

Nah, setelah kamu mempelajari eksposur dan ketiga elemennya, kamu dapat bereksperimen langsung dengan mode manual.

5. Pahami Aperture

Pengaturan aperture adalah teknik dasar fotografi yang wajib kamu tahu. Aperture merupakan lubang di dalam lensa dimana cahaya masuk melewati lubang tersebut.

Mirip dengan pupil mata, semakin besar aperture, semakin banyak cahaya yang diizinkan masuk dan sebaliknya. Ketika aperture melebar, f/angka semakin rendah dan lebih banyak cahaya yang diizinkan masuk ke kamera.

Hal ini bagus untuk cahaya rendah, namun untuk mengambil gambar landscape tidak dianjurkan karena kurang mengambil depth of field. 

6. Kenali Fungsi Shutter Speed

Setelah aperture, terdapat rana atau shutter. Biasanya, kamu hanya membutuhkan sepersekian detik seperti 1/250 untuk mencegah adanya guncangan atau keburaman pada gambar.

Shutter speed bisa kamu ubah sesuai dengan kebutuhan. Jika kamu ingin mengambil gambar lampu kendaraan pada malam hari, kamu dapat menggunakan shutter speed selambat-lambatnya 30 detik.

Jika kamu ingin mengambil gambar yang terjadi dengan cepat, seperti pada mobil balap yang sedang bergerak kencang, kamu dapat mengaturnya pada 1/4000 detik.

7. Atur ISO

Setelah cahaya melewati aperture dan shutter speed, cahaya akan mencapai sensor, dimana kamu dapat mengatur ISO. Ketika kamu mengatur ISO dan meningkatkan angka ISO, kamu sudah meningkatkan eksposur, lho.

Jika kamu berada di tempat yang gelap, kamu dapat meningkatkan ISO, begitu juga sebaliknya. Tapi, pada saat yang sama, kualitas gambar dapat menurun dengan adanya noise atau grain.

8. Gunakan Mode Metering

Mode metering digunakan untuk menyesuaikan cahaya dengan titik tertentu yang kamu inginkan. Ada tiga mode metering yang dapat kamu gunakan, yaitu matrix metering, center-weighted metering, dan spot metering.

Matrix metering ideal digunakan untuk pemula karena dapat digunakan secara instan terutama di outdoor. Kamu dapat menggunakan mode pengukuran ini untuk mengambil gambar yang menyala secara merata, dengan rentang dinamis rendah.

Adapun center-weighted metering adalah mode metering yang dapat kamu gunakan untuk headshots karena dapat menyesuaikan pencahayaan sesuai dengan kecerahan wajah, bukan latar belakang.

Mode terakhir, spot metering sebaiknya digunakan untuk memberikan fokus terhadap subjek foto yang kecil.

9. Pilih Shooting Mode yang Paling Nyaman

Dengan adanya shooting mode, pengambilan gambar menjadi tidak lagi rumit untuk dilakukan. Kamu tinggal memilih mode potret apa yang ingin kamu gunakan dari full-auto, program, aperture priority, shutter speed priority sampai manual mode.

Untuk pemula yang masih belajar mengenai perspektif, komposisi, dan pencahayaan, kamu dapat menggunakan auto mode.

Jika kamu sudah merasa andal dalam fotografi, kamu dapat menggunakan mode manual dimana kamu dapat menentukan sendiri dari ISO, apertureshutter speed, hingga metering.

Pengaturan hal-hal tersebut dapat memberikan taste yang berbeda antara fotografer satu dan fotografer lainnya.

10. Coba Teknik Zooming

Jika kamu terbiasa memotret pemandangan atau objek dari jauh, cobalah memotret suatu objek dari jarak yang sangat dekat. Dengan teknik ini kamu akan melihat objek utama sangat jelas dengan background atau latar yang kabur.

Banyak objek yang bisa kamu pilih untuk menggunakan teknik foto seperti ini misalnya adalah objek kecil seperti kumbang.

11. Teknik Siluet

Setelah kamu mempelajari teknik dasar fotografi, cobalah beberapa teknik fotografi atau objek-objek baru misalnya siluet. Teknik fotografi yang satu ini cukup unik karena objek tidak tampak jelas namun tetap bisa dikenali.

Untuk menggunakan teknik ini, pastikan bayangan hitam terbentuk sempurna dan tidak ada pendaran cahaya yang masuk.

12. Pahami Dasar Post Process

Semua fotografi handal pasti selalu melakukan editing setelah mengambil banyak foto. Dengan menggunakan software editing, kamu dapat memberikan sentuhan warna dan aksen pada fotomu.

Kamu dapat bermain warna melalui saturasi dan channel RGB agar mendapatkan hasil lebih tajam dan merona, lho.

Jadi, itulah pengenalan singkat mengenai teknik fotografi untuk pemula. Tentu saja, banyak cara untuk belajar fotografi. Dengan sering berlatih, kamu akan mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran sehingga membuatmu semakin andal dalam fotografi.

Sebelum itu, pastikan kalau perlengkapan fotografi yang kamu miliki sudah cukup mendukung, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *